Deskripsi Kinerja Satpam Menggunakan Metode MLP
Penelitian
yang melibatkan Jaringan Syaraf Tiruan (JST), apapun arsitektur jaringannya,
membutuhkan sekumpulan data histori yang digunakan sebagai bahan pembelajaran
(learning) bagi JST untuk mengenali pola- pola datanya. Semakin besar jumlah
data yang digunakan, tentunya waktu komputasi pada tahap learning pun akan
bertambah, namun performa sistem akan cenderung lebih baik.
Pengaruh jaringan saraf tiruan terhadap kinerja satpam
Abstrak:
Penilaian kinerja karyawan merupakan salah satu hal yang sangat penting dilakukan oleh pihak manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dalam suatu instansi, sebab aspek tersebut menjadi faktor penentu bagi para pengambil kebijakan untuk menaikkan jenjang karier dari para karyawannya atau tidak. Artikel ini menyajikan analisis terhadap penggunaan Multi Layer Perceptron (MLP) untuk memprediksi kinerja Satuan Pengamanan (Satpam) yang telah dididik oleh suatu instansi resmi. Data yang digunakan diperoleh secara langsung dari PT. Garuda Merah Indonesia, yakni lembaga pendidik dan pelatih calon Satpam, sebanyak 175 record dengan 10 atribut yang meliputi penilaian terhadap individu dalam aspek kemampuan kognitif, kepribadian, dan keterampilan. MLP memprediksi kinerja Satpam ke dalam tiga kategori, yakni “Baik”, “Cukup”, dan “Kurang”. Teknik Cross Validation sebanyak 10 fold juga digunakan pada tahap pengujian sistem untuk mengukur performa sistem secara komprehensif dengan keluaran berupa tingkat akurasi terbaik sebesar 97,75%.
Apa itu JSF ??
pengertian
JSF : Jaringan saraf tiruan atau juga disebut simulated neural network (SNN),
atau umumnya hanya disebut neural network (NN)), adalah jaringan dari
sekelompok unit pemroses kecil yang dimodelkan berdasarkan sistem saraf
manusia.
Metode : Multi Layer Perceptron
Multilayer
Perceptron (MLP) merupakan model Artificial Neural Network (ANN) yang sudah
sangat popular digunakan oleh banyak peneliti untuk berbagai keperluan, seperti
pengenalan tulisan tangan, pengenalan wajah, pengenalan suara, prediksi
timeseries, dsb. Arsitektur dari sebuah MLP, terdiri dari tiga lapisan neuron,
yakni -secara terurut- input layer, hidden layer, dan output layer, dimana di
setiap layer tersebut berisi sejumlah neuron yang saling terhubung dengan
neuron lainnya pada lapisan setelahnya.
Deksripsi kinerja satpam menggunakan metode MLP :
Penelitian
yang melibatkan Jaringan Syaraf Tiruan (JST), apapun arsitektur jaringannya,
membutuhkan sekumpulan data histori yang digunakan sebagai bahan pembelajaran
(learning) bagi JST untuk mengenali pola- pola datanya. Semakin besar jumlah
data yang digunakan, tentunya waktu komputasi pada tahap learning pun akan
bertambah, namun performa sistem akan cenderung lebih baik.
Pada
penelitian ini, data mentah yang digunakan diperoleh dari penelitian sebelumnya
yang dilakukan oleh Wibowo dan Hartati [4], yakni berupa data kinerja Satpam
dari PT. Garuda Merah Indonesia sebanyak 175 record dan 12 atribut/ kolom yang
terdiri dari aspek penilaian kemampuan individu Satpam meliputi kecerdasan
kognitif, kepribadian, dan keterampilan.
KESIMPULAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar